Syaikh ‘Abdul Karim bin ‘Abdillah Al
Khudair ditanya, “Apakah mayit-mayit mendengar saat di kubur mereka?"
Beliau hafizhohullah
menjawab,
Memang terdapat dalil bahwa
para mayit mendengar suara sendal. Akan tetapi terdapat dalil yang
menafikan bahwa mereka tidak mendengar. Sebagaimana terdapat dalam firman Allah
Ta’ala,
وَمَا أَنتَ بِمُسْمِعٍ
مَّن فِي الْقُبُورِ
“Dan kamu sekali-kali tiada
sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.” (QS. Fathir:
22)
Juga terdapat dalil bahwa
orang-orang yang mati saat perang Badar diajak bicara oleh Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam.[1] Oleh karena itu, kita mencukupi pada
dalil-dalil yang menyatakan mereka mendengar[2]. Namun selain itu, kita katakan mereka (para
mayit) tidak mendengar.
**Allahu’alam bishowab**
[1] Dari Anas bin Malik,
((أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- تَرَكَ قَتْلَى
بَدْرٍ ثَلَاثًا ثُمَّ أَتَاهُمْ فَقَامَ عَلَيْهِمْ فَنَادَاهُمْ فَقَال:َ يَا
أَبَا جَهْلِ بْنَ هِشَامٍ يَا أُمَيَّةَ بْنَ خَلَفٍ يَا عُتْبَةَ بْنَ رَبِيعَةَ
يَا شَيْبَةَ بْنَ رَبِيعَةَ أَلَيْسَ قَدْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ
حَقًّا فَإِنِّي قَدْ وَجَدْتُ مَا وَعَدَنِي رَبِّي حَقًّا- فَسَمِعَ عُمَرُ
قَوْلَ النَّبِيِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ
يَسْمَعُوا وَأَنَّى يُجِيبُوا وَقَدْ جَيَّفُوا قَالَ: وَالَّذِي نَفْسِي
بِيَدِهِ مَا أَنْتُمْ بِأَسْمَعَ لِمَا أَقُولُ مِنْهُمْ وَلَكِنَّهُمْ لَا
يَقْدِرُونَ أَنْ يُجِيبُوا- ثُمَّ أَمَرَ بِهِمْ فَسُحِبُوا فَأُلْقُوا فِي
قَلِيبِ بَدْرٍ)).
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
Salam meninggalkan jenazah perang Badar tiga kali. Setelah itu beliau
mendatangi mereka, beliau berdiri dan memanggil-manggil mereka. Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Hai Abu Jahal bin Hisyam, hai
Umayyah bin Khalaf, hai Utbah bin Rabi'ah, hai Syaibah bin Rabi'ah, bukankah
kalian telah menemukan kebenaran janji Rabb kalian, sesungguhnya aku telah
menemukan kebenaran janji Rabbku yang dijanjikan padaku." Umar mendengar
ucapan nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, lantas ia berkata, “Wahai Rasulullah,
bagaimana mereka bisa mendengar dan bagaimana mereka bisa menjawab. Lihatlah
mereka telah menjadi bangkai. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,"Demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, kalian tidak lebih
mendengar ucapanku melebihi mereka, hanya saja mereka tidak bisa
menjawab." Setelah itu beliau memerintahkan, mereka diseret lalu
dilemparkan di sumur Badar. (HR.
Muslim no. 2874)
[2] Seperti mereka mendengar suara sendal dan
orang yang mati saat perang Badar mendengar suara Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar